Perkembangan Jurnalistik Online, Baik atau Tidak?

Perkembangan teknologi saat ini memudahkan banyak orang dalam mencari atau menerima suatu informasi.

Begini Kronologi Perampokan dan Penyanderaan di Pondok Indah...

Polisi membekuk dua perampok rumah mewah di kawasan Bukit Hijau IX, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/9/2016). Rumah tersebut milik Asep Sulaiman, pensiunan PT Exxon Mobil.

Tampil Stlish Tapi Simple

Disini mau kasih tips aja buat tampil se-simple mungkin untuk ngampus, tapi khusus perempuan yaa hehe. Biasanya Jurnalistik lebih ke yang simple-simple sih ya, dengan kaos atau kemejaan ditambah lagi sepatu kets.

5 Coffee Shop Keren di Jakarta

Sekarang-sekarang ini lagi sering banget turun hujan. Di Cuaca yang dingin sih paling enak minum kopi biar gak ngantuk! tapi bingung mau ngopi dimana? Coba salah satu coffee shop di Jakarta yang udah kita list dibawah ini. Selamat mencoba yaa...

Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Tampil cantik merupakan idaman setiap wanita di seluruh dunia. Setiap detail yang ada pada tubuhnya tak pernah luput dari perhatian. Rambut ialah hal yang dianggap penting tidak hanya oleh wanita. Bagi wanita rambut adalah salah satu bagian tubuh yang dapat menunjang penampilan. Masalah yang dikeluhkan sebagian besar orang adalah kerontokan.

Senin, 26 September 2016

Jokowi Minta Upaya Pencarian Korban Banjir Garut Ditingkatkan


Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki mengatakan kinerja tanggap darurat atas bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat, berlangsung cukup baik. Meski demikian, Teten mengatakan Presiden Jokowi meminta Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk lebih meningkatkan kinerja, terutama pencarian korban hilang.

Teten mengatakan, kinerja pemda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas bekerja cukup baik dalam menanggulangi bencana ini. Bantuan logistik juga terus mengalir.

"Solidaritas dari masyarakat juga banyak. Cuma memang kan ini pencarian korban yang 20 orang kan masih dilakukan oleh Basarnas, karena ini cukup luas jadi memang masih membutuhkan waktu. Tapi Presiden sudah meminta Basarnas melakukan upaya yang lebih, supaya pencarian korban bisa lebih (optimal)," kata Teten saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2016).

Teten mengatakan, upaya lebih yang harus dilakukan Basarnas tentu harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat.

"Tentu. Dengan melibatkan masyarakat, SAR-SAR di masyarakat kan juga. Ini kan (pencarian korban) dari hulu Cikapandayan sampai ke Jati Gede, itu kan sangat luas. Jadi memang Presiden berikan arahan pencarian korban ditingkatkan," katanya.

Teten juga mengatakan, Presiden Jokowi meminta agar perhatian jangka panjang juga dilakukan di kawasan garut, terutama di sungai-sungainya.

"Presiden juga berikan perhatian mengenai penyelesaian jangka panjang supaya banjir seperti di Garut ini tidak terulang lagi. Ini kan selain pemulihan kawasan daerah aliran sungai, termasuk juga kerusakan alam yang di hulunya. Itu kan di Garut sendiri itu datanya LHK itu 40 persen di hulu sungai itu memang rusak. Misalnya kemiringan 45 derajat itu sudah ditanamin sayur, ya sudah terjadi erosi," jelas Teten.

Lalu, apa langkah pemerintah untuk atasi kerusakan di hulunya?

"Ya itu nanti akan dicanangkan pasca tanggap darurat. Kementerian LHK, Kementerian PU dan Kementerian Pertanian akan buat action plan bersama untuk pemulihan kawasan itu," jawab Teten.

Teten juga mengatakan, rencananya Presiden Jokowi akan berkunjung ke Garut terkait banjir bandang ini. "Nanti, setelah tanggap darurat," katanya. 


Sumber: DetikNews

Keluarga Ikhlas Melepas Sugito yang Tewas di Kolam Bundaran HI


Jakarta - Keluarga sudah ikhlas atas meninggalnya Sugito (47), petugas pembersih Kolam Bundaran HI. Diduga korban sakit dan tercebur ke kolam saat tengah memberi kaporit.

"Penyebab kematian murni kecelakaan kerja, dan semua sudah tuntas, kami sekeluarga sudah ikhlas menerima," kata Sukirno, adik almarhum Sugito di kamar mayat RSCM, Senin (26/9/2016).

Sukirno menjelaskan, kemungkinan siang tadi korban kedinginan, dan tenggelam.

"Ya mungkin kedinginan, almarhum kan bertugas megurus air mancur. Kami menduganya almarhum kedinginan," imbuh Sukirno. Polisi menduga korban keram dan tercebur.

Dia mengaku pagi tadi kondisi korban masih sehat dan korban tak punya sakit khusus.

"Almarhum sebelumnya sehat, saya terakhir ketemu pagi tadi dan almarhum sehat," tutur dia.

Sumber: DetikNews

Minggu, 25 September 2016

Kondisi Sejumlah JPO di Jakarta Memprihatinkan, Begini Penampakannya


Jakarta - Sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta dipenuhi papan reklame yang menambah beban kontruksi. Belum lagi 
kondisi fisik, khususnya anak tangga dan pagar dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa bagian di atap juga mulai terbuka. 

Di jalan Margaguna Raya, Jakarta Selatan misalnya ada papan iklan yang dikaitkan dengan pagar JPO. Besi papan iklan yang menempel di pagar JPO tersebut sudah mulai karatan. Sebagian atap JPO terbuka meski kondisi lantai masih bagus. 


Foto: JPO tak terawat di Jakarta (Foto: Arief Ikhsanuddin/detikcom)


Papan reklame juga menempel di sebuah JPO di depan Markas Polda Metro Jaya di jalan Sudirman, Jakarta. Kaitan antara reklame dengan pagar JPO masih bagus dan cukup kuat. Namun kondisi di salah satu sudut lantai yang terbuat dari lempengan besi ada beberapa baut yang lepas. Kondisi ini menyebabkan ketika orang berjalan di atasnya menimbulkan suara berisik. 


Foto: JPO tak terawat di Jakarta (Foto: Arief Ikhsanuddin/detikcom)


Di JPO Dukuh Atas 2 ada sebuah papan reklame yang hanya dikaitkan dengan pagar jembatan menggunakan kawat. Kondisi memprihatinkan juga terlihat di JPO Kramat Sentiong di jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. 



Kesan bahwa JPO Kramat Sentiong tak terurus dengan baik begitu terlihat. Anak tangga yang terbuat dari lempengan besi itu saat diinjak akan bergoyang dan mengeluarkan bunyi. Bahkan ada bagian di anak tangga yang terlihat sudah berkarat dan sedikit berlubang. Beberapa anak tangga bahkan nyaris lepas ikatan lasnya.


Sumber: DetikNews

Trip To Sempu Island

    Hello teman-teman Mahasiswa Akhir!! Sekarang kita mau cerita pengalaman Coretan Mahasiswa Akhir yang jalan-jalan ke Malang bersama 21 orang Mahasiswa Akhir lainnya. Kita berangkat pada tanggal 17 Januari dan cuma planning selama kurang lebih 2 bulan. Yang berganti-ganti tujuan, dari Pulau Sempu - Ranu Kumbolo - Pantai Gatra. Akhirnya kita memutuskan untuk trip kali ini yaitu ke Malang. Dan ketika sudah sampai di Malang kita langsung menuju pantai Gatra dengan menaiki Elf berwarna biru yang telah kita sewa sebelum kita sampai di Malang. Karena jumlah orang kami cukup banyak, mau tidak mau kita harus berdesak-desakan berbagi tempat duduk dengan yang lainnya dan pada saat itu perjalanannya cukup jauh. Sesampainya di lokasi dimana ada pantai Gatra dan pantai Tiga Warna, kita kembali ke plan A yaitu Pulau Sempu karena dapat info kalau Pulau Sempu sudah dibuka. (FYI: pulau Sempu merupakan pulau observasi)

    Setelah persetujuan dari semua pihak, akhirnya kita menyebrangi selat menuju Pulau Sempu dengan 2 perahu dan dipandu dengan 1 tour guide yang merupakan penduduk sekitar pulau Sempu. Sesampainya di pos pertama, kami membuat lingkaran dan berdoa bersama sebelum memasuki Cagar Alam Pulau Sempu tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. 2 jam tracking dengan beberapa kali terhenti untuk beristirahat, akhirnya kami sampai dimana sebuah pulau terpampang luas dihadapan mata, pasirnya yang putih bersih, suara air berbisik, monyet bersendu, pohon mengibaskan daunnya, dan lingkungan yang sepi. Ahh.. Indahnya. Perjalanan yang cukup panjang dan track yang sedikit rumit membuat salah satu dari kita sempat terjatuh, syukur hal itu tidak terlalu parah.

    Hari makin malam, kita membagi tugas, ada yang membangun dan menyiapkan tenda serta ada ;pula yang menyiapkan makan malam dengan peralatan seadanya yang telah kami bawa, dan memanfaatkan air Pulau Sempu untuk memasak. Setelah itu, kita menghabiskan malam dengan bersenang-senang seakan menghilangkan penat akan Kuliah, lelahnya jadi Mahasiswa Akhir, serta hiruk pikuknya Jakarta. Like a Private Island For Us.

    2 Hari 1 Malam kita berada di pulau Sempu, tak afdol jika kita tidak mengabadikan momen saat berada disana
 


Video:   

Sabtu, 24 September 2016

FBI Ikut Buru Pelaku Penembakan Brutal di Mal Burlington AS


Washington, - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) ikut serta dalam pengejaran pelaku penembakan brutal di sebuah mal di Burlington, negara bagian Washington, AS. Tiga wanita tewas dalam insiden penembakan itu.

Kepolisian setempat awalnya melaporkan empat orang tewas dalam insiden di Burlington, sekitar 105 kilometer sebelah utara Seattle itu. Namun kemudian Juru bicara Patroli Negara Bagian Washington, Mark Francis mengatakan kepada media ABC News seperti dilansir kantor beritaReuters, Sabtu (24/9/2016), tiga orang tewas dalam insiden itu.

Disebutkan Francis, ketiga korban tewas semuanya wanita. Tidak disebutkan lebih rinci mengenai identitas ketiganya.

Dua pria juga terluka dalam penembakan yang terjadi di Cascade Mall pada Sabtu malam waktu setempat itu. Satu dari dua korban luka dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, seorang lainnya mengalami luka ringan.

Menurut para saksi mata kepada media KOMO News, pelaku penembakan berjalan masuk ke Macy's department store di mal tersebut dan langsung melepas tembakan secara membabi-buta pada sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Francis mengatakan, pelaku merupakan pria Hispanik berpakaian abu-abu yang terakhir kali terlihat berjalan menuju jalan raya di sekitar mal. Dia bersenjatakan senapan serbu. 

Usai kejadian ini, sejumlah jalan di kawasan tersebut ditutup seiring tim pencari dan anjing-anjing pelacak dikerahkan untuk memburu pelaku penembakan.

Sumber: DetikNews

6 Korban Luka Pagar Jembatan Ambruk Dirawat di RSUD Pasar Minggu


Jakarta - Korban luka karena ambruknya pagar dan atap jembatan penyeberangan orang (JPO) Pasar Minggu dipindah dari RS Siaga Raya ke RSUD Pasar Minggu. Total ada 6 korban luka yang dirawat di RSUD Pasar Minggu.

"Ada 6 orang," kata salah seorang perawat RSUD Pasar Minggu, Jalan Tahi Bonar (TB) Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (24/9/2016).

Total ada 9 korban, 3 di antaranya meninggal dunia. Namun baru 5 korban yang sudah ada informasi identitasnya. Berikut datanya:

1.Lilis Lestari Pancawati (perempuan)
Umur: -
Pekerjaan: Swasta
Alamat: Jl Sono Keling Rt 2/11 Kelurahan Sukmajaya Depok
Kondisi: Meninggal Dunia

2. Ms X (tidak ada identitas / perempuan) 
Umur: sekitar 8 tahun
Pekerjaan: -
Alamat: -
Kondisi: Meninggal Dunia

3. Mr X (tidak ada identitas / laki-laki) 
Umur: Sekitar 4 tahun
Kondisi: Kritis, dibawa ke RS Fatmawati (sudah meninggal)

4. Didi (laki-laki)
Umur: sekitar 18 tahun
Alamat: Serang, Banten
Kondisi: Luka Berat

5. Sahlan (laki-laki)
Umur: sekitar 15 tahun
Alamat: Kampung Jawa, Pasar Minggu, Jaksel
Kondisi: Luka parah

Sumber: DetikNews

Ahok Minta Maaf JPO di Ps Minggu Ambruk, Korban Akan Diberi Santunan


Jakarta - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Minggu ambruk dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta maaf atas kejadian ini.

"Pemda sampaikan mohon maaf dan turut berduka cita," kata Ahok kepada detikcom, Sabtu (24/9/2016).

JPO tersebut roboh sekitar pukul 15.30 WIB, diduga kuat karena angin kencang. Tiga orang meninggal dunia dan dua luka akibat kejadian ini. Pemadam kebakaran menyebut ada 4 korban lainnya, namun belum diketahui kondisinya.

Ahok mengatakan Pemprov DKI akan memberikan santunan bagi korban. "Kami akan berikan santunan," katanya.

Sumber: DetikNews